Wednesday, August 16, 2017

Peribahasa lahir dari sebuah lamunan (Proverb was born by a daydream)

Pagi ini saya berada disebuah dermaga dan tampak cuaca sangat baik tanpa ada hembusan angin sedikitpun dan air tampak tidak bergelombang sangat tenang. Senang rasanya melihat aktifitas didermaga pagi ini.

This morning I was sitting alone in a dock and it was very good weather without any gusts of wind at all and calm wave observed. It was nice to see the activity on the dock this morning.

Pelabuhan Tenau Kupang 1

Meski tidak bergelombang, tampak arus yang cukup kuat dipermukaan air yang mana ditandai dengan kencangnya tali jangkar yang mengikat hampir semua kapal yang ada. Dan mungkin akan menghanyutkan segala benda yang terjatuh diatas permukaan air.

Even there was no wave, there appeared a strong current on the water surface which marked by the tightness of the anchor rope that binds almost to all existing ships. And probably could wash away all objects that fall on the surface of the water.

Pelabuhan Tenau Kupang 2

Seringkali keadaan seperti ini melahirkan sebuah peribahasa yang digunakan oleh kebanyakan orang untuk menilai prilaku seseorang. Entah siapa yang menciptakan peribahasa-peribahasa yang ada dimuka bumi ini, tapi dapat saya simpulkan bahwa peribahasa lahir dari sebuah lamunan. Saya menemukan sebuah peribahasa yang tepat untuk kejadian ini dan sebagai bahan pelajaran buat diri sendiri yakni "Air Beriak Tanda Tak Dalam".

Often these circumstances creates to a proverb that used by most people to judge a person's behavior. I do not know who created the existing proverbs on earth, but I can draw a conclusion that proverb was born by a daydream. I found a proper proverb for this circumstance and as a lesson for myself that is "Rippling Water Indicates Shallow".

Pelabuhan Tenau Kupang 3

Nah Kapal yang berada pada air yang tenang bukan air yang beriak menunjukan bahwa air yang dalam mampu mengangkat beban kapal yang berat dan tampak anggun jika kita perhatikan dengan seksama.Seperti sebuah lukisan yang anggun tapi sebenarnya menghanyutkan dan berbahaya.

Well Ships that anchored in calm water instead of rippling water indicates that deep water can lift a heavy load of ships and look elegant when we look carefully. Like a graceful painting but actually could sweep away everything and dangerous.

Pelabuhan Tenau Kupang

Sebuah peribahasa yang ada di berbagai kebudayaan di dunia memiliki kesamaan makna dan mampu memberikan sebuah arahan terhadap setiap manusia didalam menjalani kehidupan ini. Dalam Bahasa Indonesia, peribahasa yang mirip maknanya adalah “tong kosong nyaring bunyinya” atau “air beriak tanda tak dalam” yang arti sesungguhnya adalah bahwa orang yang bawel itu tidak memiliki ilmu dan sebenarnya hanya tahu teorinya saja. Dalam bahasa Inggris artinya juga sama bahwa orang yang banyak bicara biasanya bodoh dan sebenarnya secara teori mengerti namun tidak mampu melaksanakan apa yang dibicarakannya dan orang - orang seperti ini menghilang pada saat pelaksanaan sebuah pekerjaan seperti contohnya. Peribahasa ini sering digunakan untuk menjelek-jelekan, menyindir atau memberikan nasihat kepada seseorang agar tidak terlalu bergaya sok pintar. Dengan peribahasa ini maka diharapkan orang tersebut akan bisa bersikap lebih bijak, seperti ilmu padi yang semakin tua semakin merunduk yang artinya orang yang tinggi ilmunya akan semakin rendah hatinya.

A proverb that exists in various cultures in the world has a common meaning and able to offer recommend for every human being in living this life. In Indonesian language, a proverb that has similar on its meaning is "empty drum make the most noise" or "rippling water indicates shallow" which has the real meaning that the culprit does not have knowledge and actually knows on theory only. In English it also means that people who talk a lot are usually stupid and actually they are understand theoretically but incapable on carrying what they are talking about and this kind of people usually disappear during execution of a job. This proverb often uses to bad-mouth, insinuate or give advice to someone for not acting like Mr. Know-it-all. By this proverb expected that the person will able to act more wise, just like the old paddy trees will bend over which means that a Knowledgeable person will be less humble.




 Article and photos by Ketut Rudi
 Location Tenau Kupang NTT

No comments:

Post a Comment